Print Friendly and PDF Hadits,Nabi - Kitab Iman Bab 76-97 dari 121 | PERUMNAS I Selada Raya
Home » » Hadits,Nabi - Kitab Iman Bab 76-97 dari 121

Hadits,Nabi - Kitab Iman Bab 76-97 dari 121

Written By Rachmat.M.Flimban on 11 Desember 2012 | 04.39

Print Friendly and PDFPrint Friendly
HADIS-HADITS NABI

HADIS-HADITS NABI » PENDAHULUAN » KITAB IMAN

BAB 76 s/d 97 dari 121


Back to Top



77 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,

 
Back to Top

78 Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata,

Back to Top

79 Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra. ia berkata,

Back to Top

80 Hadis Riwayat Abdullah bin Amru ra. ia berkata,

 
Back to Top

81 Hadis riwayat Ma'qil bin Yasar ra. ia berkata,

 
Back to Top

Bab Hilangnya amanat dan iman dan merasuknya fitnah ke dalam hati

82 Hadis riwayat Huzaifah ra. ia berkata,
 
Rasulullah saw. menceritakan kepada kami dua hadis. Yang satu aku sudah tahu dan aku masih menunggu yang satu lagi. Beliau menceritakan kepada kami bahwa Amanat (inti iman) bertempat pada pangkal hati manusia. Kemudian Al Qur'an turun dan merekapun mengetahui dari Al Qur'an dan mengetahui pula dari sunah. Kemudian beliau menceritakan kepada kami tentang hilangnya amanat, beliau bersabda, Seorang tidur dengan nyenyak, lalu tercabut amanat dari dalam hatinya, maka tampak tinggal bekasnya seperti bercak. Kemudian dia tidur lagi dan tercabut amanat tersebut dari hatinya, maka tinggallah bekasnya seperti tempat kosong, seperti batu yang jatuh di atas kakimu, bekas tatapan batu itu terus membengkak sedang di dalamnya kosong, dan Nabi mengambil batu kecil lalu menjatuhkannya di atas kaki beliau. Kemudian beliau melanjutkan, Orang-orang saling berbaiat, tapi mereka tidak menjalankan amanah, sehingga dikatakatan bahwa di antara Bani Fulan ada seorang yang jujur dan kepadanya dikatakan, Alangkah tabahnya orang ini, alangkah jujurnya dia, alangkah pandainya dia, sedangkan di hatinya tidak ada iman sebesar biji sawipun. Ternyata telah datang suatu zaman, di mana aku sudah tidak peduli siapa yang berbaiat kepadaku, kalau dia seorang muslim maka agamanya akan melarangnya berkhianat, dan jika dia seorang Nasrani atau Yahudi niscaya para pemimpinnya akan melarang mereka berkhianat kepadaku, adapun hari ini aku tidaklah akan membaiat kalian kecuali si Fulan dan si Fulan  
 

Bab Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing, islam berlindung di antara mesjid-mesjid

83 Hadis riwayat Huzaifah ra. ia berkata,
 
Ketika kami bersama Umar ra. ia bertanya, Siapakah di antara kalian yang pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda tentang fitnah ؟ Sekelompok sahabat berkata, Kami pernah mendengarnya. Umar berkata, Barangkali yang kalian maksudkan adalah fitnah seseorang berhubungan dengan keluarga dan tetangganya ؟ Mereka menjawab, Ya, benar. Umar berkata, itu bisa dihapuskan oleh salat, puasa dan zakat. Tetapi siapakah di antara kalian yang pernah mendengar sabda Nabi saw, Fitnah yang berombak seperti ombak laut ؟ Orang-orang terdiam, lalu Huzaifah berkata, Aku! Umar berkata, Engkau, ayahmu adalah milik Allah (Ungkapan yang biasa digunakan untuk memuji). Kata Huzaifah, Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, Fitnah-fitnah akan melekat di hati bagaikan tikar, dengan berulang-ulang. Setiap hati yang meresapkan fitnah itu, maka padanya akan terdapat bintik hitam, dan setiap hati yang menolaknya, maka akan menimbulkan bintik putih, sehingga hati tersebut menjadi terbagi dua, putih yang bagaikan batu besar, sehingga tidak bakal terkena bahaya fitnah, selama masih ada langit dan bumi, sedangkan bagian yang lain hitam keabu-abuan seperti kuali terbalik, tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk, hanya kesenangannya yang meresap  
 
Back to Top

Hadi-Hadis-->Kitab Imab

84 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
 
 
Back to Top

Hadis-hadis Nabi --> Kitab Iman

 
85 Hadis riwayat Huzaifah ra. ia berkata,
 
 
Back to Top

Hadis-hadis Nabi -->Kitab Iman

 
86 Hadis riwayat Saad ra. ia berkata,
 
 
Back to Top

Hadis-hadis Nabi --> Kitab Iman

87 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata, 
Rasulullah saw. bersabda, Kami lebih pantas ragu ketimbang Ibrahim as. ketika dia berkata,
(Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati ؟ Allah berfirman, Apakah engkau tidak percaya ؟ Ibrahim menjawab, Bukan begitu, tetapi supaya hatiku tenang). Rasulullah saw. melanjutkan, Semoga Allah memberikan rahmat kepada Nabi Dia benar-benar telah berlindung kepada golongan yang kuat. Andaikata aku tinggal di penjara seperti lamanya Yusuf tinggal di sana, mungkin aku memenuhi ajakan penyeru
Back to Top

Hadis-hadis Nabi --> Kitab Iman

88 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
 
 
Back to Top
 

Hadis-hadis Nabi -->Kitab Iman

89 Hadis riwayat Abu Musa ra. ia berkata,
 
 
Kembali kehalam Atas

Hadis-hadis Nabi -->Kitab Iman

Back to Top

Hadis-hadis Nabi -->Kitab Iman

HADIS-HADIS NABI » KITAB IMAN » Bab Tentang masa di mana iman tidak lagi diterima Hadis Kitab Iman yang ke 91 s/d 103 dari 121 Hadis
91 Hadis riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata,
 Rasulullah saw bersabda, Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga matahari terbit dari Barat. Apabila matahari telah terbit dari Barat, maka seluruh manusia akan beriman, tetapi,  
(pada saat itu, tidak bermanfaat lagi iman seseorang tentang yang belum diimaninya atau kebaikan yang belum pernah diusahakannya di masa iman)  
Back to Top

Hadis-hadis Nabi -->Kitab Iman

92 Hadis riwayat Abu Zar ra. ia berkata,
 Pada suatu hari Nabi saw. bersabda, Tahukah kalian ke mana matahari pergi ؟ Para sahabat menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda lagi: Matahari berjalan hingga berakhir sampai ke tempat menetapnya di bawah arasy, lalu menjatuhkan diri bsmatahari itu terus dalam keadaan bfirmankan kepadanya, Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang, mataharipun kembali, sehingga di waktu pagi terbit lagi dari tempat terbitnya. Kemudian berjalan, hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah arasy, lalu bersujud dan tetap dalam keadaan begitu, sampai difirmankan kepadanya, Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari kembali, sehingga di waktu pagi muncul dari tempat terbitnya. Kemudian dia kembali berjalan tanpa sedikitpun manusia menyadarinya, hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah arasy, lalu difirmankan kepadanya, Naiklah, terbitlah dari Barat. Pagi berikutnya, matahari terbit dari sebelah barat. Rasulullah saw. melanjutkan, Tahukah kalian kapan itu terjadi ؟ Itu terjadi saat,
Yang (tidaklah bermanfaat lagi imam seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia "belum" mengusahakan kebaikan dalam masa imannya)  
Back to Top

Hadis-hadis Nabi -->Kitab Iman

Bab Permulaan wahyu yang turun kepada rasulullah saw.
93 Hadis riwayat Aisyah ra, istri Nabi saw. bahwa,
Beliau bercerita tentang wahyu pertama yang diterima Rasulullah adalah mimpi yang benar. Setiap kali beliau bermimpi, mimpi itu datang bagaikan terangnya subuh. Kemudian beliau sering menyendiri. Biasanya beliau menyepi di gua Hira. Di sana, beliau beribadah bermalam-malam. Untuk itu beliau membawa bekal. Setelah beberapa hari, beliau pulang ke Khadijah, mengambil bekal lagi untuk beberapa malam. Hal itu terus beliau lakukan, sampai tiba-tiba wahyu datang, ketika beliau sedang berada di gua Hira. Malaikat (Jibril as.) datang dan berkata, bacalah. Beliau menjawab, Aku tidak dapat membaca. Rasulullah saw. bersabda, Malaikat itu menarik dan mendekapku, hingga aku merasa kepayahan. Dia melepaskanku seraya berkata, bacalah. Aku menjawab, Aku tidak dapat membaca. Dia menarik dan mendekapku lagi, hingga aku merasa kepayahan. Kemudian dia melepaskan sambil berkata, bacalah. Aku menjawab, Aku tidak dapat membaca. Untuk yang ketiga kalinya dia menarik dan mendekapku sehingga aku merasa kepayahan, lalu dia melepaskanku dan berkata,
(Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang mereka tidak ketahui). Rasulullah saw. pulang membawa ayat tersebut dalam keadaan gemetar, hingga beliau masuk ke rumah Khadijah dan berkata, Selimutilah aku, selimutilah aku! Keluarganyapun menyelimutinya, hingga hilang gemetar darinya. Kemudian beliau berkata kepada Khadijah, Ya Khadijah, apa yang telah terjadi denganku ؟ Beliau menceritakan seluruh peristiwa. Beliau berkata, Aku benar-benar khawatir terhadap diriku. Khadijah menghibur beliau, Jangan begitu, bergembirahlah. Demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu selamanya. Demi Allah, sungguh, engkau telah menyambung tali persaudaraan, engkau selalu jujur dalam berkata, engkau telah memikul beban orang lain, engkau suka mengusahakan kebutuhan orang tak punya, menjamu tamu dan senantiasa membela kebenaran. Kemudian Khadijah mengajak beliau datang ke Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdil Uzza, saudara misan Khadijah. Dia adalah seorang penganut Nasrani di masa Jahiliah. Dia suka menulis dengan tulisan Arab dan sering menulis kitab Injil dengan tulisan Arab. Waktu itu, dia telah tua dan buta. Khadijah berkata kepadanya, Paman, dengarkanlah cerita anak saudaramu ini. Waraqah bin Naufal berkata, Hai anak saudaraku, apa yang engkau alami ؟ Rasulullah saw. menceritakan semua peristiwa yang beliau alami. Mendengar penuturan itu, Waraqah berkata, Ini adalah Namus (Jibril) yang dulu datang kepada Musa as. Kalau saja di saat kenabianmu aku masih muda belia. Oh, kalau saja aku masih hidup pada saat engkau diusir oleh kaummu. Rasulullah saw. bertanya, Apakah mereka akan mengusirku ؟ Waraqah menjawab, Ya, setiap orang yang datang mengemban tugas sepertimu pasti dimusuhi. Jika harimu itu sempat kualami, tentu aku akan membelamu mati-matian  
Back to Top

Hadis-hadis Nabi -->Kitab Iman

94 Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Al Anshari ra. ia berkata,
 Rasulullah saw. menceritakan tentang masa terhentinya wahyu, Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari langit. Akupun mengangkat kepalaku, ternyata malaikat yang pernah mendatangiku di gua Hira sedang duduk di atas kursi di antara langit dan bumi. Aku gemetar ketakutan, lalu aku pulang dan berkata, Selimutilah aku, selimutilah aku. Keluargaku menyelimutiku. Ketika itulah Allah swt. menurunkan ayat,
 (Hai orang yang berselimut, bangunlah, berilah peringatan, agungkanlah Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu, hindarkanlah perbuatan dosa. Kemudian wahyu turun berturut-turut  
Back to Top
 
--------------------------------------------------------

Hadis-hadis Nabi -->Kitab Iman

Bab Tentang Isra Rasulullah saw. ke langit dan diwajibkannya salat
95 Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata,
Rasulullah saw. bersabda, Aku didatangi Buraq, lalu aku menunggangnya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya di pintu mesjid yang biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril as. datang membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril berkata, Engkau telah memilih fitrah (Islam dan istiqamah). Kemudian Jibril membawaku naik ke langit. Ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya, Siapakah engkau ؟ Dijawab, Jibril. Ditanya lagi, Siapa yang bersamamu ؟ Jibril menjawab, Muhammad. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟ Jawab Jibril, Ya, dia telah diutus, pintupun dibukakan bagi kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya, Siapakah engkau ؟ Jawab Jibril, Jibril. Ditanya lagi, Siapakah yang bersamamu ؟ Jawabnya, Muhammad. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟ Jawabnya, Dia telah diutus, pintupun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya bin Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya, Siapa engkau ؟ Dijawab, Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan, Dia telah diutus ؟ Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu Yusuf as. Sungguh nampak bahwa dia dikaruniai keindahan. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya, Siapa ini ؟ Jibril menjawab, Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Muhammad, jawab Jibril. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟ Jibril menjawab, Dia telah diutus, pintupun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman
(Kami mengangkatnya pada tempat "martabat" yang tinggi). Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya, Siapa ؟ Dijawab, Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Dijawab, Muhammad. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟ Dijawab, Dia telah diutus, pintupun dibukakan buat kami. Di sana aku bertemu Nabi Harun as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keenam. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya, Siapa ini ؟ Jawabnya, Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Muhammad, jawab Jibril. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟ Jawabnya, Dia telah diutus. Kami dipersilahkan masuk. Di sana ada Nabi Musa as. Dia menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya, Siapa ini ؟ Jawabnya, Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Jawabnya, Muhammad. Ditanyakan, Apakah dia telah diutus ؟ Jawabnya, Dia telah diutus, kamipun dipersilahkan masuk. Ternyata di sana aku bertemu Nabi Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur. Ternyata setiap hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi ke sana. Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang dedaunannya seperti kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah, Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi berubah, sehingga tak seorangpun di antara makhluk Allah mampu melukiskan keindahannya. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi Musa as, dia bertanya, Apa yang telah diwajibkan Tuhanmu kepada umatmu ؟ Aku menjawab, Salat lima puluh kali. Dia berkata, Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak akan kuat melaksanakannya. Aku telah pernah mencobanya pada Bani Israel. Akupun kembali kepada Tuhanku dan berkata, Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas umatku. Allah memotong lima salat dan aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan, Allah telah mengurangi lima waktu salat. Dia berkata, Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu, kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman, Hai Muhammad. Inilah kewajiban lima salat sehari semalam, setiap salat mempunyai nilai sepuluh, dengan demikian, lima salat sama dengan lima puluh salat. Siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak melaksanakannya, maka baginya dicatat satu kebaikan, jika dia melaksanakannya, maka dicatat sepuluh kebaikan. Sebaliknya siapa yang berniat jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak dicatat apa-apa, jika dia mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan. Aku turun hingga sampai kepada Nabi Musa as, lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja berkata, kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut, Aku telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya  
Back to Top

Hadis-hadis Nabi -->Kitab Iman

96 Hadis riwayat Anas bin Malik ra. ia berkata,
 Nabi saw. bersabda, Ketika aku sedang berada di dekat Baitullah antara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar ada yang berkata, salah satu dari tiga yang berada di antara dua orang. Aku didatangi dan dibawa pergi. Aku dibawakan bejana dari emas yang berisi air Zamzam, lalu dadaku dibedah hingga ini dan ini. Qatadah berkata, Aku bertanya, Apakah yang beliau maksudkan ؟ Anas menjawab, Hingga ke bawah perutnya. Hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air Zamzam, kemudian dikembalikan ke tempatnya dan mengisinya dengan iman dan hikmah. Aku didatangi binatang putih yang disebut Buraq, lebih tinggi dari khimar dan kurang dari bagal, ia meletakkan langkahnya pada pandangannya yang paling jauh. Aku ditunggangkan di atasnya, lalu kami berangkat sampai ke langit dunia. Di sana Jibril minta dibukakan pintu. Dia ditanya, Siapa ini ؟ Jibril menjawab Jibril. Ditanya lagi, Siapa bersamamu ؟ Muhammad saw. jawab Jibril. Ditanya, Apakah dia telah diutus ؟. Ya, jawabnya. Malaikat penjaga itu membukakan pintu kepada kami dan berkata, Selamat datang padanya. Sungguh, merupakan kedatangan yang baik. Kami datang kepada Nabi Adam as (selanjutnya seperti kisah pada hadis di atas). Anas menjelaskan bahwa Rasulullah bertemu dengan Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as. di langit kedua, di langit ketiga dengan Nabi Yusuf as. di langit keempat dengan Nabi Idris as. di langit kelima dengan Nabi Harun as. Selanjutnya Rasulullah saw. bersabda, Kemudian kami berangkat lagi, sampai di langit keenam. Aku datang kepada Nabi Musa as. dan mengucap salam kepadanya. Dia berkata, Selamat datang kepada saudara dan nabi yang baik. Ketika aku meninggalkannya, dia menangis, lalu ada yang berseru, mengapa engkau menangis ؟ Nabi Musa menjawab, Tuhanku, orang muda ini Engkau utus setelahku, tetapi umatnya yang masuk surga lebih banyak daripada umatku. Kami melanjutkan perjalanan hingga langit ketujuh. Aku datang kepada Nabi Ibrahim as. Dalam hadis ini dituturkan, Nabiyullah saw. bercerita bahwa beliau melihat empat sungai. Dari hilirnya, keluar dua sungai yang jelas dan dua sungai yang samar. Aku (Rasulullah saw.) bertanya, Hai Jibril, sungai apakah ini ؟ Jibril menjawab, dua sungai yang samar adalah dua sungai di surga, sedangkan yang jelas adalah sungai Nil dan Efrat. Selanjutnya aku diangkat ke Baitulmakmur. Aku bertanya, Hai Jibril, apakah ini ؟ Jibril menjawab, Ini adalah Baitulmakmur. Setiap hari, tujuh puluh ribu malaikat masuk ke dalamnya, bila mereka keluar, tidak akan masuk kembali. Itu adalah akhir mereka masuk. Kemudian aku dibawakan dua bejana, yang satu berisi arak dan yang lain berisi susu. Keduanya disodorkan kepadaku. Aku memilih susu. lalu dikatakan, Tepat! Allah menghendaki engkau (berada pada fitrah, kebaikan dan keutamaan). Begitu pula umatmu berada pada fitrah. Kemudian diwajibkan atasku salat lima puluh kali tiap hari. Demikian kisah seterusnya sampai akhir hadis  
Back to Top


Hadis-hadis Nabi -->Kitab Iman


97 Hadis riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata,
Rasulullah saw. menjelaskan perjalanan Isranya. Beliau bersabda, Nabi Musa as. berkulit sawo matang, tingginya seperti lelaki Syanu'ah (nama kabilah). Beliau bersabda pula, Nabi Isa as. itu gempal, tingginya sedang. Beliau juga menjelaskan tentang Malik as. penjaga Jahannam dan Dajal  
Back to Top

Print Friendly and PDFPrint Friendly
Share this article :


 
Support : Tuntunan Islam | Central Selada Raya | Al Islam
Copyright © 2013. PERUMNAS I Selada Raya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger